Wednesday, June 30, 2010

10:11 AM
Sebagai bentuk komitmen Indosat untuk terus mengembangkan industri telekomunikasi termasuk industri satelit di Indonesia dan Asia-Pasifik secara umum, Indosat berpartisipasi dalam konferensi internasional Asia-Pacific Satellite Communication Systems (APSAT) 2010 yang berlangsung di Hotel Nikko Jakarta (10/6). Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) ini dibuka oleh Budi Setiawan, Direktur Jendral Postel, Kementrian Komunikasi dan Informatika dan dihadiri oleh lembaga telekomunikasi internasional, penyedia jasa satelit, pengguna jasa satelit, para profesional serta institusi pemerintah.

Dengan mengambil tema “The Role of Satellite Communications to Support USO”, APSAT kali ini bertujuan untuk membahas dan menganalisa kesempatan dan tantangan dalam industri satelit, kondisi pasar satelit serta kegunaannya di Indonesia dan Asia-Pasifik sekaligus strategi dalam memasarkan layanan komunikasi satelit dalam memenuhi berbagai tuntutan di wilayah regional termasuk daerah-daerah terpencil.

APSAT sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk berbagi update perkembangan industri telekomunikasi satelit nasional, networking dan business opportunity di kalangan pelaku industri satelit. APSAT 2010 merupakan konferensi yang diselenggarakan untuk kesembilan kalinya. Dalam konferensi ini, Indosat berkesempatan untuk menyampaikan materi terkait dengan perkembangan industri satelit di Indonesia yang disampaikan oleh Prastowo M. Wibowo, Group Head Satellite & Submarine Indosat.

“Penerapan Universal Service Obligation (USO) di Indonesia membutuhkan layanan komunikasi satelit dengan coverage yang lebih luas, dimana sebagian besar wilayah pedesaan terletak di daerah pelosok dan terpencil. Mendukung program pemerintah dan sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memberikan layanan telekomunikasi yang lebih baik, Indosat telah meluncurkan Satelit PALAPA-D di bulan Agustus 2009. Satelit PALAPA-D merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik dengan teknologi yang lebih canggih kepada pelanggan” demikian disampaikan Prastowo M. Wibowo dalam sambutannya.

Satelit PALAPA-D Indosat diproduksi oleh Thales Alenia Space France (TAS-F) yang ditunjuk oleh Indosat sebagai mitra pengadaan. Dengan menggunakan platform Thales Alenia Space Spacebus 4000B3, Satelit PALAPA-D memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan PALAPA-C2, yaitu 40 transponder yang terdiri dari 24 standar C-band, 11 extended C-Band serta 5 Ku-band, dengan jangkauan mencakup Indonesia, negara-negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia. Saat diluncurkan satelit PALAPA-D memiliki berat 4100 kg dan tenaga payload sebesar 6 kW.

”Wilayah Asia secara umum dan Indonesia secara khusus masih memiliki ruang bagi pertumbuhan bisnis satelit, hal ini terkait dengan kondisi geografi yang unik serta semakin berkembangnya tuntutan kebutuhan telekomunikasi dan layanan broadcasting. Kerjasama antara para pelaku bisnis dalam industri satelit sangat penting dalam mendukung perkembangannnya ke depan. Indosat sebagai penyedia layanan jaringan telekomunikasi terintegrasi siap untuk memberikan layanan satelit bagi para pelanggan”, demikian Prastowo menutup sambutannya.

0 comments:

Post a Comment