Wednesday, February 10, 2010

11:32 AM
Menteri Negera Riset dan Teknologi (Ristek) Suharna Surapranata mengatakan, Indonesia hanya membutuhkan sekitar 800 radar untuk bisa memantau seluruh wilayah Indonesia.

"Ini membutuhkan sinergi antarsektor, karena saya yakin di departemen lain seperti pertahanan, perhubungan dan kelautan pasti ada anggaran untuk radar," kata Menristek saat meninjau stasiun Uji Radar ISRA (Indonesian Sea Radar) milik LIPI di Menara Mercu Suar Pantai Anyer Serang, Rabu (10/2).

Ia mengatakan, menristek dan lembaga-lembaga yang ada dibawahnya diberi tugas untuk membuat terobosan-terobosan riset yang dibutuhkan oleh pemerintah yang akan memberikan dampak terhadap penambahan pemasukan pemerintah.

Namun karena dana riset yang terbatas seperti saat ini kurang lebih Rp100 miliar untuk 4.000 peneliti. Namun yang tersaring hanya sekitar 400 peneliti, salah satunya adalah radar ISRA dengan dana riset akumulasi dari tahun 2006.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk membuat sekitar 800 radar seperti ini untuk memantau seluruh wilayah Indonesia, diperlukan sekitar Rp2 triliun," kata Suharna.

Namun demikian, meskipun karena keterbatasan anggaran tersebut, akan dilakukan secara bertahap di antaranya akan dipasang untuk memantau perairan di Selat Sunda akan ditambah menjadi 3 unit radar serupa hingga 2011.

Ia juga mengatakan, selama semua produk- produk hasil penelitian itu diciptakan oleh dalam negeri, maka diupayakan harus menggunakan produk dalam negeri apalagi harganya lebih murah. Seperti radar ISRA yang hanya sekitar Rp2 miliar untuk satu unit dibanding produk luar negeri yang mencapai Rp8 miliar.

"Yang perlu ditekankan dalam hal ini adalah adanya sinergi antar semua sektor. Banyak hal yang perlu dikerjasamakan, jangan saling menonjolkan arogansi sektoral perlu saling membuka diri dan bekerjasama" katanya.

Sementara itu Kepala LIPI Umar Anggara Jenie mengatakan, uji lapangan ISRA tersebut merupakan realiasasi dari program 100 hari Kementerian Riset dan Teknologi dan ISRA merupakan salah satu penelitian unggulan LIPI yang diajukan ke Menristek sebagai bagian dari program 100 hari Menristek.

Ia mengatakan, radar ISRA digunakan untuk memonitor pergerakan kapal di wilayah perairan Indonesia dan mengantisipasi masuknya kapal laut pendatang ilegal seperti daerah pantai terluar serta menjaga seluruh kekayaan hayati di wilayah Indonesia.

Menurutnya, keunggulan yang dimiliki ISRA adalah radar tersebut termasuk kategori quet radar yang tidak mengganggu sisitem radar lain di sekitarnya, tidak terdeteksi radar scanner oleh pihak militer serta terintegrasi dalam jaringan radar untuk memperluas liputan dan memliki jangkauan mencapai 30 kiliometer.

"Kami akan uji coba membuat satu sistem pengamanan laut di sekitar perairan Selat Sunda dengan target memasang tiga radar hingga 2011," kata Umar.

0 comments:

Post a Comment